|
Sudah lama saya ingin merangkum karya-karya mahasiswa Ubaya di bidang GIS. Eh kok kebetulan ada acara seminar tentang GIS dengan pembicara utama seorang doktor dari Malaysia, dan saya jadi pembicara pendamping beserta seorang pejabat Pertamina. Temanya adalah "The Power of GIS" . Setelah dipikir-pikir mau ngomongin apa, kayaknya cukup tepat kalau untuk seminar ini diomongin aja apa yang telah dikerjakan oleh mahasiswa Ubaya (dan dosennya :) ). Berikut adalah materi yang saya sampaikan pada seminar tersebut. Semoga dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain yang sedang mencari ide tugas akhir tentang GIS. Karena dibawakan dalam seminar, bahasanya jadi agak serius dikit.
A. Where is the power came from Ide awal penggabungan data spatial dan data tabular dalam SIG telah berkembang menjadikannya sebagai sebuah tool yang powerful. Data tabular sebenarnya sudah cukup powerful untuk membantu manusia. Dari mulai penggunaannya pada proses-proses transaksi sederhana untuk perseorangan atau industri kecil semacam persewaan CD sampai dengan transaksi-transaksi kompleks yang melibatkan ribuan bahkan jutaan pengguna dari seluruh dunia. Tidak berhenti disitu data tabular juga dapat dimanfaatkan sebagai tool yang lebih powerful lagi dengan menambahkan sistem cerdas yang memanfaatkan data yang telah terkumpul. Muncullah analisa-analisa seperti Natural Language Processing, OLAP, Data Mining, DSS, dan sebagainya. Dilain pihak data spatial juga sudah sangat membantu berjuta-juta orang mendesain mesin, bangunan, jalan, jembatan dan sebagainya. Dengan menggabungkan data spatial dan tabular ini, SIG dapat melakukan analisa-analisa tabular yang kemudian di representasikan ke dalam bentuk spatial, juga sebaliknya, kondisi dan ciri-ciri spatial data yang dipunyai dapat diproses dan dimanfaatkan untuk mendukung analisa tabularnya. Sedikit berbeda dengan data spatial dalam bidang desain, SIG mempunyai data spatial yang merepresentasikan kondisi geografis bumi. Data dalam SIG , bentuk-bentuknya, letak-letaknya, koordinatnya, kontur-nya, dan sebagainya merupakan representasi dari kondisi riil di dunia ini. Karena itu, aplikasi SIG pastilah berkaitan dengan suatu lokasi di bumi ini. Fungsi aplikasinya pastilah berkaitan dengan suatu lokasi tertentu. Fungsi aplikasi ini bermacam-macam, mulai dari yang paling mudah yaitu hanya sebagai ‘peta’ saja, sampai dengan analisa-analisa dengan kalkulasi yang rumit yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan sebuah sistem yang ada pada lokasi kajiannya. B. What kind of GIS have Ubaya made Sudah kurang lebih 5 tahun sejak pertama kalinya SIG diperkenalkan di Ubaya. Selama 5 tahun ini telah lahir sekitar 30an karya mahasiswa yang berkaitan dengan SIG. Untuk lebih menjelaskan tentang manfaat SIG, dan sekaligus memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan SIG di Ubaya, berikut akan disampaikan karya-karya mahasiswa Ubaya yang termasuk ‘the best’, karena didalamnya ada suatu hal yang memperkaya keilmuan dan dapat berguna bagi generasi pengembang GIS berikutnya. B.1 Bidang Penelitian Dalam bidang Penelitian, mahasiswa Ubaya telah melahirkan karya-karya yang sebagian besar adalah penerapan SIG untuk menganalisa suatu masalah. Mungkin masih terdapat kekurangan di bidang data dan masih mengandung beberapa asumsi-asumsi karena terbatasnya dana dan waktu, tapi karya-karya ini sudah dapat menunjukkan bahwa mereka telah menguasai teknologinya. Pembuatan Sistem Informasi Geografis untuk Mencari Lahan Pabrik di daerah Probolinggo ( Hosi Jeffri – 6994842 )
Ini adalah karya pertama tentang SIG yang menggunakan Visual Basic dan MapObject. Dalam aplikasi ini, SIG digunakan untuk membantu mencari lokasi pembangunan pabrik. User menginputkan bagaimana kondisi lahan yang dia inginkan, misalnya Jauh dari pemukiman penduduk minimal 10 km, dekat dengan sungai besar (agar dapat membuang limbahnya), dekat dengan jalan raya (agar mudah transpostrasinya), dan sebagainya. Setelah user menginputkan data-data criteria lahan yang diinginkannya, secara otomatis aplikasi akan mencarikan daerah yang sesuai dan langsung tergambar pada peta di monitor. Pada TA ini jugalah yang pertama terdapat fungsi untuk Buffering, Union, Intersection, dan Difference. Pembuatan Sistem Informasi Geografis Manajemen Jaringan Listrik di daerah Sepanjang ( Wawan Budiasih Sutanto – 6994825 )
Jika sebelumnya adalah aplikasi SIG pertama yang menggunakan visual basic dan mapobject, ini adalah aplikasi SIG pertama yang menggunakan Arcview (v 3.2), dengan bahasa pemrogramannya Avenue. Dalam aplikasi ini terdapat manajemen pelanggan listrik, disitu dapat diketahui masing-masing rumah menggunakan jaringan yang mana, yang tipenya bagaimana, tiang dan gardu yang terhubung nomor berapa, dan sebagainya. Dalam bentuk SIG begini akan lebih mudah bagi pegawai PLN untuk melihat susunan jaringan listrik di suatu kawasan, sehingga dapat membantu misal jika ingin memasang di jaringan di suatu rumah baru, sebaiknya mengambil dari tiang yang mana. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan simulasi pemadaman, misal jika disuatu gardu padam atau sedang mengalami perbaikan, rumah-rumah mana saja yang juga ikut padam. Pembuatan Sistem Informasi Geografis Pemilihan Jalur Pelayaran ( Nuril Ardiansyah Iskandar - 6994017 ) Aplikasi ini ditujukan untuk pengguna yang sedang mengatur arah kapal, biasanya mualim 2. Data yang digunakan adalah peta pelayaran di laut jawa beserta seluruh pelabuhannya. Disini peta asli tersebut digunakan sebagai latar belakan layer data SIGnya, sehingga tampilan peta cukup menarik. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mencari jalur alternatif apabila jalur yang biasanya sedang tidak dapat dilewati, dan akan secara otomatis menghitungkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan.  Pembuatan Sistem Informasi Geografis Jalur Bemo Surabaya dalam bentuk Website ( Fifitan - 6004110 )  Ini adalah aplikasi SIG pertama yang menggunakan ASP.NET dan MapObject dan yang juga yang pertama berupa website. Ditujukan untuk khalayak umum yang ingin bepergian di daerah Surabaya. Selain terdapat lokasi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat penting lainnya di Surabaya , terdapat juga jalur yang dilalui oleh Lin (bemo) yang melintasi tempat-tempat tersebut. Pengguna juga dapat menginputkan dari mana dan mau kemana dia bepergian, dan aplikasi ini akan memberitahu alternatif bemo yang bisa dinaiki, ganti berapa kali, menunggu dimana, dan berapa total biayanya. Implementasi Spatial Mining dengan Assosiation Rule ( Reysita Sulimto - 6004872 ) Hasil karya yang dihasilkan ini adalah gabungan antara Data Mining dengan SIG. Jika data mining secara otomatis dapat mengenali pola dari data, untuk aplikasi ini pola tersebut dihubungkan dengan data spatial suatu daerah. Jadi dengan input berupa peta dan tabel-tabel atributnya, dapat secara otomatis dikenali polanya, misal ternyata 40% daerah yang berada di bagian utara mempunyai hasil pertanian yang lebih baik daripada daerah di barat, contoh lain , kepadaan penduduk dari tahun ke tahun ternyata meningkat paling banyak di bagian selatan sungai, dan sebagainya. Karya ini termasuk dalam finalis lomba software Indonesia APICTA 2004. Pembuatan Sistem Penunjang Keputusan Jaringan Trayek Angkutan Kota ( Maureen Anastasia - 6004872 )  Jika karya sebelumnya masuk finalis APICTA, yang satu ini lebih dari itu, karena inilah juara pertamanya. Dengan menggabungkan SIG dengan sistem cerdas lainnya, aplikasi yang dihasilkan ini dapat membantu memberikan solusi bagi manajemen trayek angkutan kota. Aplikasi ini dapat memberikan alternatif jalur-jalur manakah yang harus ditambah armadanya, mana yang harus dikurangi, juga jalur mana yang sebaiknya diambil jika akan membuka trayek baru, disajikan lengkap dengan biaya, jumlah armadanya, dan estimasi pendapatannya. Pembuatan Perangkat Lunak Simulasi Distribusi Taksi Berbasis SIG ( Yuliana Ongko – 6004128 ) Pada APICTA tahun berikutnya 2005, Ubaya kembali menjadi salah satu pemenang ( juara ke 2 ) lewat hasil karya ini. Kali ini SIG digabungkan dengan teknologi mobile phone. Dirancang untuk digunakan pada kantor pusat taksi yang mengatur distribusi taksi. Sistem akan secara otomatis memberikan panggilan ke sebuah taksi yang kosong yang berjarak paling dekat dengan pemesan taksi. Pemesanan dapat lewat sms dengan struktur tertentu, bisa juga lewat bantuan operator. Kemudian dengan proses yang memperhitungkan jarak terdekat, kondisi jalan, pendapatan sopir, dan lainnya, diambillah suatu pemberitahuan pemesanan ini kepada sopir-sopir yang berada dijalanan atau di pangkalan. Pembuatan SIG untuk Membantu Pencarian Lokasi Kos di Daerah Tenggilis Berbasis Web( Shelvira Yulia Permatasari – 6024871 )  Meskipun karya ini bukan SIG pertama yang menggunakan opensource mapserver, tapi karya ini yang pertama menghubungkannya dengan data tabular untuk pencarian data spatialnya. Dengan memasukkan kriteria tempat kos yang diinginkannya pengguna akan mendapatkan lokasi kos yang sesuai lengkap dengan keterangan harga, fasilitas, dan foto-fotonya. Pembuatan Flashmap Generator( Hendra Bunjamin – 6034811 )  Kali ini SIG disatukan dengan tool multimedia yang tengah popular, yaitu Flash . Bentuk flash membuat SIG menjadi lebih mobile, dapat dibawa kemana-mana dan dapat di embed ke dalam website dengan mudah. Aplikasi yang dihasilkan dalam penelitian ini ditujukan untuk semua orang diseluruh dunia yang ingin membuat flashmap nya sendiri. Dengan datanya sendiri, dan dengan bentuk tampilan sesuai seleranya sendiri. Karya ini dapat dicoba di www.flashmymap.com . Pembuatan Simulasi Penanggulangan Banjir menggunakan SIG di Kecamatan Rungkut ( Susilo H Kusuma – 6024174 ) Pada APICTA 2006, cukup banyak karya mahasiswa Ubaya yang lolos seleksi ke Jakarta ( salah satunya berhasil menjadi juara ). Dari beberapa karya lolos seleksi ini adalah flasmap generator diatas dan aplikasi simulasi penanggulangan banjir ini. Aplikasi ini ditujukan untuk dinas pemerintah kota yang menangani masalah banjir. Tujuannya adalah dapat membantu mereka memutuskan harus menaruh berapa pompa air dan dimana letaknya. Juga menutup bendungan yang mana apabila terjadi hujan lebat di daerah tertentu di Tenggilis. Lokasi, derasnya, dan lamanya hujan beserta keadaan sungai-sungai dapat diset sehingga memungkinkan untuk melihat simulasi dalam berbagai keadaan. Pembuatan Tools untuk Pemasangan Pipa PDAM ( Rita – 6024007 )  Karya ini terpilih sebagai salah satu karya SIG terbaik di Ubaya karena di aplikasi ini pengguna dapat secara interaktif menambahkan data peta baru. Yang belum pernah ada pada aplikasi-aplikasi sebelumnya. Ditujukan untuk bagian di PDAM yang bertugas membuat perencanaan pembagunan jaringan pipa baru. Pengguna tinggal menggambar jalur pipa yang baru dari pipa yang sudah ada sampai ke rumah pelanggan baru. Secara otomatis akan dihitungkan biaya yang dibutuhkan, berapa tenaga yang dibutuhkan, dan berapa lama penyelesaiannya. Pembuatan SIG untuk Membantu Penghijauan Kota ( I Wayan Widia Sumantra– 6004082 ) Banyak aplikasi SIG di Ubaya yang dalam pembuatannya benar-benar mempelajari dahulu kondisi riil di Instansi terkait. Karya ini termasuk salah satunya. Dengan berdasar data-data penghijauan kota yang didapat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan, aplikasi ini dapat membantu menginventaris data-data pohon, sehingga dapat diketahui pohon-pohon mana yang waktunya ditebang. Tidak hanya intu, aplikasi ini juga menghitungkan efektifitas dari penghijauan yang telah dilakukan dengan menghitung kadar CO, SO2, dan sebagainya di wilayah itu dengan kemampuan pohon-pohon didalamnya untuk menyerap gas-gas tersebut. Dengan simulasi penanaman pohon, aplikasi ini juga dapat membantu perencanaan penanaman pohon yang sesuai pada suatu daerah karena secara otomatis menghitungkan biaya dan efek yang terjadi terhadap penanaman pohon baru di suatu lokasi.  B.2 Bidang Pengabdian Masyarakat Karya mahasiswa Ubaya tidak hanya terbatas pada penelitian saja, tapi juga sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Beberapa diantaranya yang berbau SIG antara lain: Proyek Sistem Informasi Geogafis Kabupaten Jombang ( Nehemia Sugianto – 6024845 – tahun 2006 ) Pada proyek ini, diimplementasikan dua bentuk aplikasi SIG yaitu bentuk desktop untuk manajemen petanya dan versi website untuk menampilkan hasil manajemen peta tadi ke masyarakat luas. Menggunakan Visual basic dan MapObjects untuk desktopnya. PHP dan MapServer untuk versi webnya. Salah satu problem yang cukup penting adalah mengkonversi struktur map yang ada di mapObject ke dalam struktur setting-setting mapserver. Website Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, NTT (Hendra Bunjamin – 6034811 – tahun 2007 ) Pada website pemda ini terdapat bagian SIG yang dibuat dengan php-mapserver. Dibuat dalam bentuk component untuk platform Joomla CMS sehingga proses develop untuk proyek-proyek sejenis dapat dilakukan dengan cepat. Website ini bisa dilihat di alamat www.manggaraibarat.com.  SIG Pembangunan Kota Surabaya (Aditya Sakti Nugraha – 6034013 – tahun 2008) Proses develop SIG ini masih berlangsung. Dibuat berupa website dan akan di link-an dengan sistem-sistem lain di Pemkot Surabaya seperti E-Budgeting, E-Procurement, E-Controlling, dan sebagainya. Data yang digunakan sangatlah detail sampai dengan data persil rumah penduduk. Untuk E-Budgeting, website SIG ini akan digunakan untuk melihat pembangunan-pembangunan apa yang telah dilakukan oleh Pemkot pada suatu object di peta yang meliputi jalan,gedung, sekolah, saluran, dan sebagainya. Untuk kemudian dijadikan dasar apabila pada saat perencanaan anggaran ada usulan untuk melakukan suatu pembangunan dengan lokasi object ini, website ini dapat digunakan untuk melihat history object dan membantu menganalisa apakah usulan pembangunan ini perlu disetujui atau tidak. Untuk E-Controlling, website ini akan dapat digunakan untuk memantau perkembangan proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh para rekanan Pemkot, karena disini akan secara kontinyu dimasukkan data perkembangan progress proyek-proyek oleh para surveyor, lengkap beserta foto-fotonya.  C. Summary Dari contoh-contoh aplikasi diatas tampak bagaimana berbagai bidang sepertinya dapat menerapkan SIG sesuai kebutuhan masing-masing. Terlihat juga hampir semua SIG memerlukan beberapa bidang ilmu yang bersinergi. Karena memang masalah utama SIG bukan pada bagaimana cara membuat aplikasinya, karena aplikasi yang sama dapat digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan tanpa perlu effort banyak pada proses developmentnya. Lebih dari itu masalah pada SIG adalah bagaimana mengintegrasikan antara data, pengetahuan, proses, analisa, dan teknologi untuk menghasilkan sebuah alat yang benar-benar dapat membantu manusia di bidangnya.
|
Kuliah TKI - Blog da...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
Clas-class php yang ...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
Kuliah TK Internet :...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
The Power of GIS - U...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
Kuliah TK Internet :...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
JPGraph - membuat gr...
timberland - mm Apparently, 21,000 bo...
Kuliah TKI : Ajax - ...
mm Apparently, 21,000 boots imported by
Banner spesial untuk...
mm Apparently, 21,000 boots imported by